A
. MANUSIA
1 . PENGERTIAN
-
Menurut Para Ahli
a. NICOLAUS D.
& A. SUDIARJA
Manusia adalah bhineka, tetapi tunggal. Bhineka karena
ia adalah jasmani dan rohani akan tetapi tunggal karena jasmani dan rohani
merupakan satu barang
b. ABINENO J. I
Manusia adalah “tubuh yang berjiwa” dan bukan “jiwa
abadi yang berada atau yang terbungkus dalam tubuh yang fana”
c. UPANISADS
Manusia adalah kombinasi dari unsur-unsur roh (atman),
jiwa, pikiran, dan prana ataubadan fisik
d. I WAYAN
WATRA
Manusia adalah mahluk yang dinamis dengan trias
dinamikanya, yaitu cipta, rasa dan karsa
e. OMAR
MOHAMMAD AL-TOUMY AL-SYAIBANY
Manusia adalah mahluk yang paling mulia, manusia
adalah mahluk yang berfikir, dan manusia adalah mahluk yang memiliki 3 dimensi
(badan, akal, dan ruh), manusia dalam pertumbuhannya dipengaruhi faktor
keturunan dan lingkungan.
f.
ERBE SENTANU
Manusia adalah mahluk sebaik-baiknya ciptaan-Nya. Bahkan
bisa dikatakan bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan yang paling sempurna
dibandingkan dengan mahluk yang lain
g. PAULA J. C
& JANET W. K
Manusia adalah mahluk terbuka, bebas memilih makna
dalam situasi, mengemban tanggung jawab atas keputusan yang hidup secara
kontinu serta turut menyusun pola berhubungan dan unggul multidimensi dengan
berbagai kemungkinanan.
h.
OMAR MOHAMMAD Al – Toumi Al – Syaibany
Menurut Omar Mohammad Al – Toumi Al – Syaibany, pengertian
manusia adalah makhluk yang mulia. Masuia merupakan makhluk
yang mampu berpikir, dan menusia merupakan makhluk 3 dimensi (yang terdiri dari
badan, ruh, dan kemampuan berpikir / akal). Manusia di dalam proses tumbuh
kembangnya dipengaruhi oleh dua faktor utama yaitu faktor keturunan dan faktor
lingkungan.
- - Menurut agama
islam
Dalam
Al-Quran manusia dipanggil dengan beberapa istilah, antara lain al-insaan,
al-naas, al-abd, dan bani adam dan sebagainya. Al-insaan berarti suka, senang,
jinak, ramah, atau makhluk yang sering lupa. Al-naas berarti manusia (jama’).
Al-abd berarti manusia sebagai hamba Allah. Bani adam berarti anak-anak Adam
karena berasal dari keturunan nabi Adam.
Namun dalam Al-Quran dan Al-Sunnah disebutkan bahwa
manusia adalah makhluk yang paling mulia dan memiliki berbagai potensi serta
memperoleh petunjuk kebenaran dalam menjalani kehidupan di dunia dan akhirat.
B. FITRAH
MANUSIA
Fitrah
berasal dari kata “ fatara ” yg artinya ciptaan,suci dan seimbang. Menurut
Louis Ma’luf dalam kamus Al Munjid, fitrah adalah sifat yg ada pada setiap yg
ada pada awal penciptaanya, sifat alami manusia, agama dan sunah. Menurut Imam
Al Marighi, fitrah adalah kondisi di mana Allah menciptakan manusia yg
menghadapkan dirinya pada kebenaran kesiapan untuk menggunakan pikiranya.
Dengan demikian, dari segi bahasa fitrah dapat di artikan sebagai kondisi awal
manusia yg memiliki potensi untuk mengetahui dan cenderung kepada kebenaran.
1. Hanief
Fitrah dalam arti hanief sejalan
dengan firman Allah dalam surat Ar Ruum ayat 30 yg artinya : “ Maka
hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah), ( tetaplah atas ) fitrah
Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan
fitrah Allah ( itulah ) agama yg lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak
mengetahui “.
Dari ayat di atas, hanief berarti
lurus atau kecenderungan kepada kebaikan/kebenaran. Fitrah hanief ini di miliki
oleh manusia karena sebelum terlahir ke dunia, manusia terlebih dahulu terikat
suatu proses persaksian dengan Allah SWT seperti yg di paparkan
pada surat Al-A’raaf ayat 172 yg artinya : “ Dan ingatlah ketika
Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak adam dari Sulbi mereka dan Allah
mengambil kesaksian atas jiwa mereka …. “
2. Potensi Akal
Potensi
adalah kelengkapan yg diberikan pada saat manusia lahir ke dunia. Potensi yg
dimiliki manusia, terbagi menjadi potensi fisik dan rohaniah. potensi akal
termasuk potensi rohaniah. Akalsecara bahasa berarti pikiran atau rasio . Dalam
Al Qur’an sendiri akal di artikan dengan kebijaksanaan (wisdom ), intelegensia
(intelligent ) dan pengertian ( understanding ). Dengan demikian, Al Qur’an
menempatkan akal bukan hanya pada hal rasio , tetapi juga rasa bahkan bisa
dikatakan hikmah atau bijaksana.
3. Qolbu
Seperti
halnya akal, qaib juga termasuk potensi rohaniah dari manusia. Al Qoib berasal
dari kata qalaba yg berarti berubah, berpindah atau berbalik. Menurut Ibnu
Sayyidah berarti hati. Al Qoib diartikan dalam dua pengertin. Yang pertama bias
berarti segumpal daging/jantung, dan yg kedua adalah pengertian yg bersifat
ketuhanan dan rohaniah yaitu hakikat manusia yg dapat menangkap segala
pengertian , berpengetahuan dan arif. Qoib adalah pusat kegiatan untuk mengingat
tuhan. Lain halnya dengan akal yg digunakan untuk memikirkan alam. Namun, akal
dan qaib merupakan kesatuan rohani untuk memahami kebenaran sehinggamanusia
dapat memasuki suatu kesadaran tertinggi yg bersatu dengan kebenaran ilahi.
4. Nafsu
Adalah suatu kekuatan yg mendorong
manusia untuk mencapai keinginanya. Biasanya nafsu bersifat bebas tanpa
mengenal baik dan buruk. Dengan nafsu, manusia dapat bergerak dinamis dari
suatu keadaan ke keadaan yg lain. Jika nafsu tidak terkendali dapat menyebabkan
manusia masuk dalam kondisi yg berbahaya. Untuk mengendalikan nafsu tersebut,
manusia menggunakan akalnya untuk mengikuti jalan yg ditunjukan oleh agama agar
tercipta An-nafs Al-mutmainah (jiwa yang tenang)
B. ALAM SEMESTA
1. Pengertian Alam Semesta
Alam adalah
segala sesuatu yang ada atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini selain
Allah beserta Dzat dan sifat-Nya. Alam dapat dibedakan mrnjadi beberapa jenis,
diantaranya adalah alam ghoib dan alam syahadah. Alam syahadah dalam istilah Inggris
disebut universe yang artinya seluruhnya, yang dalam bahasa sehari-hari disebut
sebagi alam semesta. Alam semesta merupakan ciptaan Allah yang diurus dengan
kehendak dan perhatian Allah. Allah menciptakan alam semesta ini dengan susunan
yang teratur dalam aspek biologi, fisika, kimia, dan geologi beserta semua
kaidah sains. Definisi dari alam semesta itu sendiri adalah segala sesuatu yang
ada pada diri manusia dan di luar dirinya yang merupakan suatu kesatuan system
yang unik dan misterius. Alam syahadah atau alam materi sering juga disebut
dengan alam fisik karene alam syahadah merupakan alam yang dapat dicapai oleh
indera manusia baik dengan menggunakan alat atau tidak, berbeda dengan alam
ghoib yang tidak dapat tercapai oleh indera. Alam syahadah dapat dibedakan
menjadi alam raya (makrokosmos) dan alam zarrah (mikrokosmos). Dan dapat pula
dibedakan menjadi alam nabati, hewani, dan insani Al Quran menggambarkan alam
semesta laksana sebuah kitab yang disusun oleh satu wujud yang arif, yang
setiap baris dan katanya merupakan tanda kearifan penulisnya.
2. Penciptaan Alam Semesta
a. Menurut Teori Big Bang
Alam semesta
telah diciptakan sekitar 15 miliar tahun yang lalu. Tidak seorangpun tahu
kenapa, mengapa, dan bagaimana alam semesta ini terbentuk. Akan tetapi, dari
beberapa penelitian yang memakan waktu yang lama, bermunculanlah berbagai teori
penciptaan alam semesta. Pada abad ke 19, banyak orang mempercayai teori alam
semesta yang tetap. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta tidak memiliki permulaan,
dengan kata lain alam semesta ini telah ada sejak dahulu kala dan tidak berubah
(statis). Teori ini muncul dari kalangan materialis yang tidak percaya tentang
penciptaan.
Kemudian, pada abad 20 muncul suatu teori baru tentang penciptaan alam semesta, yaitu teori Big Bang. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Pada teori ini, dikatakan bahwa alam semesta terbentuk karena sebuah ledakan besar yang disebut Big Bang. Teori Big Bang merupakan kebalikan dari teori alam semesta yang tetap. Teori Big bang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk oleh suatu ledakan besar. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa terdapat permulaan pada alam semesta. Banyak orang yang menganut paham materialis yang tidak percaya dan menyanggah teori ini.
Kemudian, pada abad 20 muncul suatu teori baru tentang penciptaan alam semesta, yaitu teori Big Bang. Teori ini mengatakan bahwa alam semesta memiliki permulaan. Pada teori ini, dikatakan bahwa alam semesta terbentuk karena sebuah ledakan besar yang disebut Big Bang. Teori Big Bang merupakan kebalikan dari teori alam semesta yang tetap. Teori Big bang menyatakan bahwa alam semesta terbentuk oleh suatu ledakan besar. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa terdapat permulaan pada alam semesta. Banyak orang yang menganut paham materialis yang tidak percaya dan menyanggah teori ini.
Akan tetapi,
tidak lama setelah teori ini muncul, banyak bukti -bukti yang ditemukan
membenarkan teori ini seperti ditemukannya sisa-sisa gema radiasi dentuman dari
ledakan tersebut. Sungguh menakjubkan karena sisa-sisa gema dentuman tersebut
masih ada meskipun proses-proses pendinginan dari dentuman besar tersebut telah
berlangsung selama 15 miliar tahun. Sisa-sisa radiasi gema tersebut dapat
ditemukan pada suhu 5 kelvin. Kemudian teori Big Bang pun diterima oleh
berbagai kalangan di seluruh dunia.
b. Menurut Al Quran
Menurut
pandangan Al Quran, penciptaan alam semesta dapat dilihat pada surat Al Anbiya
ayat 30.
“Dan apakah
orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya
dahulu adalah suatu yang padu, Kemudian kami pisahkan antara keduanya. dan dari
air kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga
beriman?”
Menurut ayat
di atas dikatakan bahwa langit dan bumi dahulunya merupakan satu kesatuan yang
padu.
“Kemudian Dia menuju langit dan
langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi,
“ Datanglah kamu keduanya menuruti perintah-Ku dengan suka hati atau
terpaksa”. Keduanya menjawab, “Kami datang dengan suka hati”
“ Maka Dia menjadikannya 7
langit dalam 2 masa dan Dia mewahyukan pada tiap-tiap langit urusannya. Dan
Kami hiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang yang cemerlang dan Kami
memeliharanya dengan sebaik-baiknya`” ( Fushshilat 11-12)
Surat ini
menerangkan bahwa yang pertama kali Allah ciptakan sebelum ada bintang-bintang
dan galaksi, adalah bumi, kemudian Allah swt siapkan makanan di bumi bagi
subject utama penciptaan alam semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah
ciptakan langit dan bintang-bintang dalam enam masa.
Seperti
diterangkan dalam Surat Al A’raf ayat 54, alam semesta ini diciptakan selama 6
masa.
Sesungguhnya
Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,
lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang
mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan
bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah,
menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta
alam.
Bumi
sebelumnya adalah planet yang mati dan Allah menghidupkannya dengan menu-runkan
air dari langit.
“ Dan Allah menurunkan dari
langit air dan dengan air itu dihidupkannya bumi sesudah matinya.”. (QS`An
Nahl ; 65). Pertanyaannya adalah darimana air ini berasal ? Padahal waktu itu
belum ada awan yang bisa menghasilkan hujan, belum ada langit yang bisa menahan
uap air. Maka satu-satunya kemungkinan asal air adalah dari Arsynya Allah.
“ Dan Kami turunkan air dari
langit menurut suatu ukuran; lalu Kami jadikan air itu menetap di bumi, dan
sesungguhnya Kami benar-benar kuasa menghilangkannya.”( QS Al-
Mu’minun ; 18 )
Perhatikan kalimat “lalu Kami
jadikan air itu menetap di bumi” , ini menerangkan bahwa air bukanlah
pemukim asli bumi tetapi pendatang.
“ ……….Dan dari air Kami jadikan
segala sesuatu yang hidup, Maka mengapakah mereka tiada juga beriman“ ( QS.
Al-Anbiya ;30 ).
“ …. Maka Kami tumbuhkan
dengan air itu berjenis-jenis tumbuhan yang bermacam-macam “ ( QS Tha
Ha ; 53)
“ Dan Allah telah
menciptakan semua jenis hewan dari air … (QS An Nur ; 45).
Ketiga ayat
tersebut makin menjelaskan kepada kita bahwa setelah air diturunkan ke bumi,
maka sebelum Allah ciptakan hewan , tentunya yang terlebih dahulu Allah
cipakan adalah tumbuh-tumbuhan sebagai cadangan makanan hewan. Kemudian
hewan-hewan ada juga yang menjadi cadangan makanan untuk hewan-hewan predator.
Semua jenis hewan, baik burung maupun hewan darat, ternyata menurut ilmu
pengetahuan memang asal-usulnya dari hewan air.
Misteri
berikutnya adalah dikatakan dalam Al Qur’an bahwa langit dan bumi dulunya
adalah suatu yang padu. Jadi bukan bumi dan bintang-bintang yang dulunya
sesuatu yang padu.
“ ………bahwasanya langit dan bumi
itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian kami pisahkan antara
keduanya……. “ ( QS. Al-Anbiya ;30 ).
Selanjutnya
Allah swt katakan menciptakan langit dari asap (lihat kembali surat Al Fushilat
ayat 11). Bumi, sebelum Allah swt hidupkan dengan menurunkan air dari langit,
pada mulanya adalah sebuah bola api yang sangat panas. Ilmu pengetahuanpun
mengakui hal tersebut. Tetapi tanpa perlu pembuktian, kita tahu bahwa perut
bumi masih mengandung lumpur dan lahar yang sangat panas sampai saat ini.
Sebuah benda yang panas, seperti sebatang besi yang membara misalnya, apabila
disiram air akan menyebabkan munculnya asap dan uap air. Demikian juga dengan
bola panas bumi pada waktu air diturunkan maka dia mengeluarkan asap dan uap
air. Apa bedanya asap dengan uap air ? Asap bersifat adhesive (mengikat)
sedangkan uap bersifat kohesip (tidak mengikat). Asap dari bumi inilah yang
kemudian Allah swt ciptakan menjadi langit yang tujuh lapis. Kemudian dalam
tempurung langit yang pertama Allah ciptakan bintang-bintang. Darimana Allah
swt ciptakan bintang-bintang. Wallahu a’lam, tidak ada penjelasan dalam Al
Qur’an. Allah swt Kuasa menciptakan segala sesuatunya dari yang tiada menjadi
ada.
3. Karakteristik Integral Alam
Semesta
a. Terbatas, segala sesuatu yang dapat
tertangkap oleh indera, ruang dan waktunya terbatas.
b. Berubah, segala sesuatu berubah tidak
tahan lama, segala sesuatu yang dapat ditangkap oleh indera,
keadaannya tidak akan berhenti, kalau tidak berkembang, ya rusak.
c. Ditentukan.
d. Bergantung.
e. Relative.
4. Tujuan Penciptaan Alam
Pada hakekatnya segala sesuatu yang tercipta, benda hidup maupun mati,
nyata ataupun tidak, semuanya adalah milik Allah semata yang pada akhirnya
semuanya akan kembali kepada-Nya. Baik secara suka atau terpaksa, segala alam
yang ada itu menjadi tunduk dan patuh pada hukum dan ketetapan Allah.
Hanya karena
sifat kasih dan saying dari Allah maka manusia yangi ciptakan adalah diberi
tugas sebagai kholifah di bumi ini bertugas untuk megelola, membudayakan,
memanfaatkan dan melestarikan alam. Tugas tersebut diberikan kepada manusia
karena Allah menciptakn manusia sebagai makhluk yang terbaik, seperti yang
disebutkan dalam surat At Tiin ayat 4. Manusia di dalam kehidupannya di dunia
dibekali oleh Allah dengan potensi dasar. Potensi dasar itu dapat nampak dan
dilihat dalam jiwa, raga, tubuh, dan ruh.
Dari potensi
dasar manusia yang berupa akal yang bias melahirkan daya berfikir dan daya
nalar, akhirnya manusia dapat menundukkan, menguasai, dan memanfaatkan alam.
Dengan akal itu pula manusia dapat mengamati, meneliti, menganalisis
gejala-gejala alam yang timbul, dan menguasai rahasia-rahasianya. Sehingga pada
puncak penelitian dan penemuannya itu, akan wujud dan keagungan Allah sebagai
penciptanya.
Dengan demikian, tujuan alam diciptakan adalah bukan
untuk dirusak, dicemari, dan dihancurkan. Akan tetapi adalah untuk difungsikan
semaksimal mungkin dalam kehidupan. Tujuan alam diciptakan juga bukan
untuk disembah, dikultuskan, dan dimintai pertolongan. Akan tetapi adalah untuk
dikelola, dibudidayakan, dan dimanfaatkan dalam kehidupan. Pada akhirnya alam
diciptakan hanya sebagai fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih
mendekatkan diri pada Allah.
4. MEKANISME ALAM (SUNNATULLAH)
Mekanisme
alam atau sunnatullah adalah suatu ketentuan yang telah ditetapkan Allah demi
keteraturan, keserasian, dan keharmonisan alam jagat raya ini serta
kesejahteraan manusia yang hidup di dunia ini. Atau dengan kata lain,
sunnatullah dapat diartikan sebagai hukum-hukum Allah yang berlaku di alam raya
ini atau biasa disebut sebagai hukum alam. Hukum-hukum Allah diantaranya ada
hukum yang berkaitan dengan alam raya dan ada pula hukum yang berkaitan dengan
manusia. Kalau hukum Allah yang berlaku bagi manusia dalam kehidupan
bermasyarakat, disebut sunnatullah, kalau hukum yang berlaku antara manusia
dengan alam disebut dengan takdir.
Ada tiga
sifat utama sunnatullah yang diterangkan dalam Al Qur’an, yaitu
1. Exact (pasti) dalam surat Al Furqan : 2, At
Tholaq : 3,
2. Immutable, dalam surat Al Israa : 77, Al
An’am : 115,
3. Objective, dalam surat Al Anbiya : 105.
Segala
sesuatu yang ada di alam semesta ini adalah ciptaan Allah, maka segala sesuatu
yang ada di alam ini Allah yang mengatur semuanya dan Allah juga yang
berkehendak untuk menetapkan semua yang ada di alam semesta ini.
Sunnah/ketetapan Allah antara lain sebagai berikut :
1. Selalu ada
dua kondisi saling ekstrim (surga-neraka, baik-buruk, benar-salah)
2. Segala
sesuatu diciptakan saling berpasangan, saling cocok atupun saling bertolakan
3. Selalu
terjadi pergantian dan perubahan dari suatu kondisi yang saling berbeda
4. Perubahan,
penciptaan, maupun penghancuran selalu melewati suatu proses
5. Alam
diciptakn dengan keteraturan
6. Alam
diciptakan dalam keadaan seimbang
7. Alam
diciptakan terus berkembang
8. Setiap
terjadi kerusakn di alam manusia, Allah mengutus seseorang untuk memberi
peringatan atau memperbaiki kerusakan tersebut.
Pada
intinya, Allah menciptakan alm semesta beserta isinya dilengkapi dengan
hukum-hukum (sunnatullah). Dan jika hukum-hukum tersebut dilanggar, maka alam
akan hancur. Itulah hakikat sunnatullah yang telah ditentukan oleh Dzat Yang
Maha Tinggi sebagai Sang Pencipta, Pengatur dan tempat kembali seluruh alam.
C. HUBUNGAN MANUSIA DENGAN ALAM SEMESTA
1. Hubungan
Historis
Asal
usul manusia dikaitkan dengan keberadaan alam semesta ini dilandaskan pada
adanya persamaan bentuk morfologis dan fisiologis (dan alas an yang bersifat
ideologis). Pada abad ke 19 muncul suatu pemahaman asal usul manusia yang
dikaitkan dengan primata. Penciptaan manusia pada awal kehidupan dari
Ramapithecus-oseopithecus-Australopithecus-Pitecanthropus
Erectus-Neandertal-Homo Sapien yang kini dikenal sebagai manusia modern seperti
sekarang ini. Dari evolusi awal terciptanya manusia yang rumit inilah ada
hubungan historis/sejarah antara manusia dan alam semesta.
Kerumitan yang ada pada persoalan asal usul
manusia hamper sama dengan kerumitan asal usul alam semesta. Apalagi jika
dihubungkan bahwa evolusi manusia dahulu sampai sekarang sesungguhnya
menyangkut perubahan gejala-gejala jagat raya/alam meliputi tingkah laku,
unsure, atom, dan elemen. Dari hal itulah terdapat hubungan historis antara
manusia dan alam semesta.
2. Hubungan Fungsional
Proses penciptaan manusia adalah integral
dari alam semesta. Dalam sisitem kosmos, manusia dan alam semesta merupakan
satu kesatuan yang tak terpisahkan. Karena memiliki keunggulan dalam system
kesadaran, maka alam semesta menjadi obyek yang penting dalam kehidupan
manusia. Seiring dengan kemajuan pengetahuan terhadap alam dan teknologi yang
diterapkannya, menempatkan alam semesta dalam posisi sebagai sumber kehidupan
yang tidak terbatas bagi manusia. Maka wajarlah jika semakin dalam pengetahuan
semakin teraasa hubungan antara fungsi manusia dan fungsi alam.
Salah satu teori yang menunjukkan hubungan
antara manusia dengan alam adalah teori anthroposentris yang menyebutkan bahwa
manusia menjadi pusat alam. Maksudnya semua yang ada di alam adalah untuk
manusia, seperti firman Allah dalam Q.S. Al Baqarah ayat 29 yang artinya : “Dan
Dialah Allah yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu.”
Menurut
pandangan Islam, manusia ditempatkan sebagai rahmat bagi alam. Seperti
disebutkan dalm Q.S. Al Anbiya ayat 107 yang artinya : ”Dan tiadalah kami
mengutus kamu melainkan sebagai rahmat seluruh alam.”
Pada
intinya, alam dan manusia saling bergantung, alam menyediakan segala sesuatu
yang manusia butuhkan, dan alam membutuhkan manusia untuk menjaga
kelestariannya. Alam diciptakan oleh Allah sebagai objek untuk mengembangkan
potensi dan pengetahuan yang dimiliki manusia agar mereka bisa berkembang dan
memakmurkan alam, dan mengetahui tanda-tanda kebesaran penciptanya, yaitu Allah
SWT.
D. KESIMPULAN
1. Alam adalah segala sesuatu yang ada
atau yang dianggap ada oleh manusia di dunia ini selain Allah beserta Dzat dan
sifat-Nya. Alam semesta adalah segala sesuatu yang ada pada diri manusia dan di
luar dirinya yang merupakan suatu kesatuan system yang unik dan misterius dan
dapat dicapai oleh indera manusia yang merupakan ciptaan Allah yang diurus
dengan kehendak dan perhatian Allah.
2. Teori Big bang menyatakan bahwa
alam semesta terbentuk oleh suatu ledakan besar. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa
terdapat permulaan pada alam semesta.
3. Al Qur’an menerangkan bahwa yang
pertama kali Allah ciptakan sebelum ada bintang- bintang dan galaksi,
adalah bumi, kemudian Allah swt siapkan makanan di bumi bagi subject utama
penciptaan alam semesta , yaitu manusia. Baru setelah itu Allah ciptakan langit
dan bintang-bintang dalam enam masa. Seperti diterangkan dalam Surat Al
A’raf ayat 54, alam semesta ini diciptakan selama 6 masa.
4.
Karakteristik integral alam ada 5, yaitu terbatas, berubah, tergantung,
ditentukan, dan relative.
5.
Tujuan alam diciptakan adalah bukan untuk dirusak, dicemari, dan dihancurkan.
Akan tetapi adalah untuk difungsikan semaksimal mungkin dalam kehidupan.
Tujuan alam diciptakan juga bukan untuk disembah, dikultuskan, dan
dimintai pertolongan. Akan tetapi adalah untuk dikelola, dibudidayakan,
dan dimanfaatkan dalam kehidupan. Pada akhirnya alam diciptakan hanya
sebagai fasilitas semata bagi manusia untuk mengenal dan lebih mendekatkan
diri pada Allah.
6. Mekanisme Alam (Sunnatullah)
adalah ketentuan-ketentuan Allah sebagai hukum yang mengatur alam semesta
ini beserta isinya. Allah menciptakan alm semesta beserta isinya dilengkapi
dengan hukum-hukum (sunnatullah). Dan jika hukum-hukum tersebut dilanggar, maka
alam akan hancur. Itulah hakikat sunnatullah yang telah ditentukan oleh Dzat
Yang Maha Tinggi sebagai Sang Pencipta, Pengatur dan tempat kembali
seluruh alam.
7. Hubungan
histories manusia dan alam semesta adalah terletak pada kerumitan proses permulaan
keduanya ada di dunia ini. Alam dan manusia saling bergantung, alam menyediakan
segala sesuatu yang manusia butuhkan, dan alam membutuhkan manusia untuk
menjaga kelestariannya. Alam diciptakan oleh Allah sebagai objek untuk mengembangkan
potensi dan pengetahuan yang dimiliki manusia agar mereka bisa berkembang
dan memakmurkan alam, dan mengetahui tanda-tanda kebesaran penciptanya, yaitu
Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar